ahh .. thanks alot .. btw .. do u have any information about the Indonesian Air Force purchasing Sukhoi fighters?
ahh .. thanks alot .. btw .. do u have any information about the Indonesian Air Force purchasing Sukhoi fighters?
iunno .. all i know they allready have 4 .. and i also read from an indonesian news web that theyr planning to buy a few more.
Kopassus New Weapon
PERLENGKAPAN KOPASSUS
Helmet
Body Armor
HK MP-5KA4
HK UMP-40 with optional equipment: red-dot sight, tactical frontgrip and flashlight
Mini UZI
Night Owl Explorer Pro 5x Binocular
FN Minimi Para
FN Minimi SPW
Automat Kalashnikova Modernized - AKM assault rifle
AKM with GP-25 40mm underbarrel grenade launcher
SIG 550 / Stgw.90 with optional scope and cheekpad
Steyr AUG A3 Carbine with 16inch barrel and special 40mm grenade launcher; grenade launcher sight and removable telescopic rifle sight
G36K - carbine version with standard dual scope mount and the buttstock folded
G36C - Compact or Commando version with open (iron) sights installed on the Picatinny rail
Tavor-2
Tavor-MTAR
==========================================
PERLENGKAPAN TERBARU YANG DIMILIKI KOPASSUS
Perlengkapan terbaru Kopassus, M4A1 carbine with RIS-mounted forward handgrip and the AN-PVS4 night vision sight
Perlengkapan Terbaru Kopassus , SCAR-L Riffle dan MVV-740 Generation 3 Night Vision Weapon Sight
Perlengkapan Terbaru Kopassus, MV-PVS-7 Ultra Generation 3 Night Vision Goggle
Kendaraan Terbaru Kopassus ,SRATS-Stealth Reconnaissance/Assault Transport System yang digunakan oleh kopassus dan Denjaka
thats a FN SCAR, not M4A1 ...
... guess noone wants to answer my question .. great thread
in lebanon
@equilibrium, about sukhoi..theres no assurance..
ive heard they targeted around 2 skuadron...
but so far 10 ordered and 4 delivered already
yee heard they only had 4 delivered .. but never knew they ordered 10 more. Theres a word that the existing 4 until today still dont have any combat capabilities (no weaponss)
it should be arrived by now
Government Prepares to Purchase Missiles for Sukhoi Fighters
Friday, 16 December, 2005 | 09:17 WIB
TEMPO Interactive, Jakarta:The Indonesian department of defense is currently processing the purchase of weapons for four Sukhoi fighter planes made by Russia.
These planes, owned by the Air Force, are not yet in service.
Rear Admiral Yuwendi, director general for defense planning at the department of defense, said on Wednesday (14/12) that the weapons to be purchased from Russia included cruise missiles, medium-range missiles and short-range missiles.
“We hope that by the middle of 2006, these weapons for the Sukhoi planes will all have arrived,” stated Yuwendi.
He admitted that he did not remember the price of these weapons.
However, for this recent purchase the department of defense disbursed some Rp28.8 billion for part of the weapons system.
“The point is that by the middle of next year, our Sukhoi fighters will be real fighter planes,” said Yuwendi.
He also said separately that the department of defense, the Indonesian Military (TNI) headquarters (HQ) and the Indonesian Air Force (TNI) Navy had reviewed the plan to purchase the equipment.
This took place following the United States’ lifting of its military embargo against Indonesia.
The Indonesian Army and the Indonesian Navy also have proposals to purchase equipment from the USA.
The Army has proposed the purchase of spare parts and weapons for tanks and armored vehicles that could not be operated because of the embargo.
The Navy has proposed the purchase of Harpoon missiles for its attack ships.
(Dimas Adityo-Tempo News Room)
http://www.tempointeraktif.com/hg/na...-70714,uk.htmlIndonesia Strikes $1B Russian Weapons Deal
Posted 11/17/06 15:22
Indonesia has agreed to buy weaponry worth $1 billion from Russia over the next five years to beef up its military capability, Defense Minister Juwono Sudarsono said Nov. 17.
The five-year plan was approved by President Susilo Bambang Yudhoyono at a cabinet meeting Nov. 16 and will take effect from 2007, Sudarsono said.
“We have agreed that the main weaponry system from Russia is needed, especially strike force” equipment for Indonesia’s Army, Navy and Air Force, he told reporters.
Payments for the deal would be strictly government-to-government, Sudarsono said. He cautioned that his department would monitor for possible cost “inflation” by Russian officials.
The plan includes the purchase of eight Sukhoi jets, two submarines and up to four assault helicopters, Sudarsono said.
The purchase would be in line with government efforts to build a squadron of Sukhoi jets, raising the total number in Indonesia to 10. A normal Indonesian Air Force squadron would contain 12 planes.
Indonesia was forced to look for new arms suppliers after the United States imposed restrictions on military sales and cooperation over concerns about rights abuses committed by the Indonesian armed forces in East Timor in 1991.
The United States, eager for Indonesia’s assistance in fighting terrorism, lifted arms restrictions and resumed full military ties in November 2004.
http://www.defensenews.com/story.php?F=2366433&C=navwar
Hi, everybody. Does someone know the reply to these questions?
How to identify the uniform of an Indonesian cavalryman?
What are the traditions of the Indonesian cavalry?
Berita ini dari Kompas:
Pertahanan
Skuadron Sukhoi Akan Digenapi 2008
Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A
MOSKWA, KOMPAS--Penandatanganan nota kesepahaman antara Rusia dan Indonesia di bidang pertahanan dan kerja sama teknik militer menyebut fasilitas pendanaan state credit sebesar satu miliar dollar Amerika Serikat. Fasilitas pendanaan akan digunakan dalam kurun waktu 2006-2010 untuk membangun kekuatan esensial minimal Tentara NasionaI Indonesia.
Dengan fasilitas pendanaan itu, masing-masing dari ketiga angkatan TNI yaitu darat, laut, dan udara akan memenuhi kebutuhan esensial minimalnya. Untuk TNI-AU, dengan fasilitas pendanaan itu, pada tahun 2008 diharapkan sudah memiliki satu skuadron Sukhoi lengkap dengan persenjataannya. Saat ini Indonesia baru memiliki empat Sukhoi tanpa persenjataan.
"Harapan kita, pada tahun 2008, satu skuadron sukhoi berikut persenjataannya terpenuhi," ujar Sekretaris Jenderal Departeman Pertahanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin di dalam pesawat dalam perjalanan kembali ke tanah air dari Rusia, Sabtu (2/12).
Sjafrie mewakili Indonesia menandatangani nota kesepahaman yang akan menjadi payung kerja sama dan persetujuan Rusia dan Indonesia. Sjafrie turut serta dalam pertemuan bilateral Indonesia dan Rusia yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Federasi Rusia Vldimir Putin.
TNI-AD sampai tahun 2010 akan membeli beberapa helikopter serbu untuk operasi. Sementara TNI-AL akan membeli kapal selam dan tank amphibi untuk marinir. (Lihat Tabel)
Fasilitas pendanaan state credit merupakan formula baru pendanaan setelah Rusia 15 tahun menjadi federasi. Tawaran pendanaan ini diterima Indonesia karena efisien dan tidak ada management fee untuk tiap pembelian yang dilakukan.
"Secara keseluruhan pendanaan dari Rusia satu mliar dollar AS. Tetapi daftar belanjaan TNI membutuhkan biaya tambahan menjadi sekitar 1,3 miliar dollar AS. Dephan akan bicarakan hal itu dengan Departeman Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional," ujarnya.
Meskipun demikian, pembelian peralatan TNI tidak akan serta merta dialokasikan tahun 2006-2010. "Kita memegang prinsip berdasarkan kemampuan anggaran negara. Karena itu Depan akan berkonsultasi dengan Depkeu dan Bappenas sebelum dibawa ke DPR," ujarnya.
Selain pembelanjaan, dalam nota kesepahaman disebutkan kerja sama untuk peningkatan profesionalisme prajurit kedua negara. Untuk itu akan ada program tukar menukar prajurit untuk pendidikan dan pelatihan.
Sjafrie juga menandatangani nota kesepahaman tentang hak atas kekayaan intelektual teknik militer. Dengan nota kesepahaman ini, akan ada transfer teknologi dan kerja sama produksi namun dengan rambu-rambu pengaman terkait informasi dan substansi teknik militer itu.
Alokasi Anggaran Dephan 2006-2010
TNI-AD
Mi-17 (Helikopter Transpor) 10 unit
Peralatan Tambahan untuk Mi-17-V5 1 paket
Mi-35 Tempur 5 unit
Sukucadang Mi-35 P 1 paket
Amunisi dan perlengkapan Mi-35 Tempur 1 paket
TNI-AL
Kapal Selam Kilo 636 2 unit
BMP-3F (Tank amphibi) 20 unit
Persenjataan Yakhonk 2 shipset
TNI-AU
SU-27 SKM (Sukhoi Tempur) 3 unit
SU-30MK2 (Sukhoi Tempur) 3 unit
Amunisi Sukhoi 4 paket
Sukucadang Sukhoi 4 paket
Berita ini dari Antara
PEMBELIAN ENAM SUKHOI SELESAI 2008
Moskow, Sekjen Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddien mengatakan pembelian enam pesawat Sukhoi dari Rusia dengan dana dari kredit ekspor pemerintah Rusia diharapkan selesai pada 2008.
"Saat ini Sukhoi kita baru empat. Diharapkan dengan tambahan lagi, pada 2008 kita punya satu skuadron berikut persenjataan penuh," kata Sjafrie di pesawat kepresidenan saat kembali ke tanah air Sabtu malam.
Pembelian pesawat Sukhoi dan sejumlah senjata lain dengan kredit ekspor pemerintah Rusia senilai 1 miliar dolar AS, ditandatangani Sjafrie mewakili Pemerintah RI usai pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin Moskow, Jumat malam.
Selain Sukhoi, alat utama sistem senjata (alutsista) yang juga dibeli dengan kredit ekspor itu antara lain 10 helikopter angkut MI17 U-5, dan lima helikopter serbu MI-35-P serta satu paket perlengkapan dan amunisinya untuk TNI AD.
Dua unit kapal selam kelas kilo, 20 unit tank amphibi BMP-3F dan dua paket rudal anti kapal untuk TNI AL, serta tiga unit Sukhoi SU-27 SKM, tiga unit Sukhoi SU-30 MK 2 dan empat paket senjata dan suku cadang untuk TNI AU.
Selain kesepakatan pembelian senjata, Sjafrie juga menandatangani kerja sama dalam menghormati hak cipta dalam bidang pertahanan, yang merupakan rambu pengaman untuk bidang informasi dan substansi teknik militer.
Dijelaskan Sjafrie, meski pemerintah Rusia telah memberikan kredit sebesar 1 miliar dolar AS, jumlah itu belum mencukupi kebutuhan minimal perlengkapan TNI antara 2006 - 2010 yang mencapai 1,3 miliar dolar AS.
"Untuk sisanya kami masih mengusahakannya dengan Bappenas dan Depkeu," katanya.
Ditambahkan Sjafrie, pihaknya juga telah mencapai kesepakatan kerja sama dengan Rusia untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dengan melakukan pengiriman untuk mengikuti pendidikan pelatihan.
Sumber : Antara
![]()